LANDING SOON # R3S Under The Influence

Entries categorized as ‘introduction time’

exploring Bali

August 6, 2008 · Leave a Comment

Safe waves symbol at Bali beaches

Categories: Bali · introduction time · work in progress

artists sit in

May 23, 2008 · Leave a Comment

In Cemeti art House we (Wimo, Maarten and Ellen) presented our work and we were introduced to several people from the art scene in Yogya.


Ziraph#1

Ayat Ayat Api

In the evening we went to LIP (Lembaga Indonesia Pransis) The French cultural centre in Yogyakarta. A very active centre were a lot of people come. This evening we saw a collaboration (happens a lot here) between a band,  visual artists ( included  Eko Nugroho),  theatre. Eko made an installation. In the performance we saw several projections (animations). The music was experimental, but also rocky. The meaning (of music and image )was not very clear but the atmosphere was.

www.lipjogja.com

Categories: introduction time

Show Time at cemeti’s

May 20, 2008 · Leave a Comment

LANDING SOON #7

mengundang Anda dalam Presentasi Awal Seniman dalam rangka program residensi

Presentation of Previous Works

Ellen Rodenberg, Maarten Schepers, Wimo Ambala Bayang

Cemeti Art House, 22 May 2008, 16.00

Jl. D.I Panjaitan 41, Yogyakarta

t./f.: +62 274 371 015

e-mail: residency@cemetiarthouse.com / cemetiah@indosat.net.id

website: www.cemetiarthouse.com

Ellen Rodenberg dan Maarten Schepers, bersama kedua anak mereka, Teide dan Mees, adalah keluarga pertama yang ‘mendarat’ dan berproses di Studio Residensi Cemeti. Di Den Haag, kedua seniman yang berasal dari latar belakang berbeda ini bersama-sama membangun dan mengelola sebuah lembaga seni yang mengapresiasi dan memfasilitasi proses bertumbuhnya seniman, bernama DCR. Di Yogyakarta, mereka akan berkarya sembari melihat kemungkinan untuk berkolaborasi dengan seniman Indonesia. Ellen Rodenberg membuat lukisan dan instalasi dengan pertimbangan yang kuat pada warna, bahan, dan makna bahan. Ia tertarik untuk mengetahui kebutuhan mental mendasar orang-orang Indonesia dan berniat menyelidikinya melalui obrolan tentang arti sejarah, relijiositas, dan pendidikan terhadap orang per orang. Maarten Schepers adalah perupa yang terpesona pada lelampu kota Yogya dan ingin menggali lebih dalam mengenai bagaimana kota ini terbentuk.

Bersama Wimo Ambala Bayang, seniman residensi dari Indonesia kali ini yang juga tertarik dengan isu-isu sejarah, sosial, dan budaya, mereka mengajak publik Yogya berjabat tangan, melalui karya-karya mereka terdahulu. Mari bertandang dan mengapresiasi. Terima kasih.

Categories: introduction time
Tagged:

Kita!!

May 14, 2008 · Leave a Comment

This morning Ellen and I went to the Jogya National museum by bike.We visited the Japanese exhibition ”Kita !!”.The two floor building seems to be made for all purposes but art will do particular good. On both sides of the corridor there are cabinets in different sizes. The artists had worked in Indonesia and were influenced so.

Garbage is a new Japanese issue in art. The artist from the collective Chim Pom had thrown garbage out of a truck and a helicopter on to the refuse dump.The performance was registered on video. Also the fish was made of waste materials. It could float on the river with the two artists from Yodogawa Technigue on top.

On the way back home we had a delicious Soto Ayam (chicken soup) in a small warung near the Kraton.

posted by Maarten

Ellen Wrote:

13 may Tuesday Gentong ill so this morning Wimo, Miranda, Benny (our new assistant for the children) , Maarten and I talked about several Issues like our different views on our background, our different religions, about European, Asian, Caucasian, Mongolian Malaysian, Indian, African, types of human beings. The question how com? fel often. Miranda has a cultural studies background. From there she have also idea’s. I’ll hope will have more of these talking sessions.

This afternoon M is testing his becak installation.

I went with becakdriver Ary and Teide to a paintshop.

closed. So Teide and I took a walk, off of the Malioboro (a long commercial street) (a man invited us?) a bit suspicious but anyway curious we followed him. Hij took us to oil paintings and autonomy batik paintings ( all terrible) he offered us the and tea, and by the way, you can buy the paintings. We went back with the becak.

11 sunday

everybody is off. So we do a Sunday thing.

We went with the becak to the kraton. Closed (we shall never know if this is a set up of the becak driver with the puppet maker). We went to a puppet maker.

In the afternoon we went for a bicycle tour with the whole family. Which is a pretty tricky thing here. Especially for the children. But they manage. We even ran into Sara and Arya. We saw the Merapi (an active Volcano close to Yogya) very clear. According to Nindityo she will not erupt at this moment, you can tell by its shape (classic triangle). When its close to erupt the shape is more round. We hope he is right.

posted by Ellen

Pagi ini Ellen dan aku pergi ke Museum Nasional Jogja naik sepeda. Kami mengunjungi pameran Jepang “Kita !!”. Gedung tingkat dua itu tampaknya bisa digunakan untuk apa saja, tetapi untuk kesenian lebih bagus. Di kedua sisi koridor ada lemari-lemari dengan ukuran yang berbeda-beda. Para senimannya sudah bekerja di Indonesia sehingga terpengaruh juga.

Sampah sedang menjadi tren di dunia seni Jepang. Para seniman dari perkumpulan Chim Pom membuang sampah dari truk dan helikopter ke tempatpembuangan akhir, Pertunjukan ini diabadikan dalam video. Ikannya(?) juga terbuat dari bahan-bahan yang tidak terpakai. Ikan ini bisa mengapung di sungai dengan dinaiki oleh dua seniman dari Yodogawa Technique.

Dalam perjalanan pulang kami menikmati Soto Ayam yang sedap di sebuah warung kecil dekat Kraton

‘ditulis oleh Maarten’

13 Mei, Selasa

Pagi ini, Wimo, Miranda, Benny (asisten kami yang baru untuk anak-anak), Maarten dan aku membicarakan beberapa hal seperti sudut pandang kami yang berbeda-beda tentang latar belakang kami, agama, tentang orang-orang Eropa, Asia, Kaukasia, Mongolia, Malaysia, India, Afrika dan jenis-jenis manusia.

Pertanyaannya adalah bagaimana bisa? Miranda yang pernah mempelajari ilmu budaya. Dari situ dia puny aide. Banyak yang perlu kami bicarakan.

M mencoba instalasi becaknya.

Aku pergi dengan tukang becak Ary dan Teide ke toko lukisan. Tetapi tutup. Jadi Teide dan aku berjalan ke Malioboro (seorang pria mengajak kami?) sedikit curiga namun ingin tahu. Dia membawa kami ke tempat lukisan minyak dan batik tulis (semuanya jelek). Ia menawari kami … dan teh, dan omong-omong, kau bisa membeli lukisannya. Kami pulang naik becak.

‘ditulis oleh Ellen’

Categories: introduction time

Maarten wrote:

May 12, 2008 · Leave a Comment

This week has been a week of many, many new impressions and idea’s. In a relative short period we were forced to set up our living and to react on an chaotic city. I still can’t orientate myself. Although the city plan is quiet simple if you see the map. I think it has to do with the way you’re focussing on any new subject no matter if it’s a house or a person or anything else. Everything will trigger your attention with the same strength.

So after this first week I’am trying to concentrate myself on the project. Many good ideas had come to me at night. The first I’ll do is to make some sculptural sketches in the public space. The city with it’s vividly street life is pushing me to do so. Live is much more public here than it’s in Europe. Even though you’ll see the same global transformation as we have in the west. Fast motorcycles are carrying happy family’s who can afford such a polluting thing. Meanwhile thousands of becaks are riding through the city like the Venetian gondola. Most of the time I see them with a driver sleeping in it. What can they carry in the future?

posted by Maarten

Minggu ini adalah minggu yang penuh dengan kesan dan ide-ide baru. Dalam jangka waktu yang relatif pendek kami dipaksa untuk menyesuaikan kehidupan kami dan bereaksi terhadap kota yang kacau. Aku masih buta arah, walaupun jalan-jalan di kota ini cukup sederhana menurut peta. Menurutku ini ada hubungannya dengan caramu memusatkan perhatian pada hal yang baru, tidak peduli itu sebuah rumah, seseorang atau hal yang lain. Semuanya akan memicu perhatianmu dengan kekuatan yang sama.

Jadi setelah minggu ini, aku berusaha untuk berkonsentrasi kepada proyek. Banyak ide-ide bagus yang muncul di malam hari. Pertama-tama yang akan kulakukan adalah membuat sket pahatan di area publik. Kota yang jalanannya benar-benar hidup ini memaksaku untuk melakukan itu. Kehidupan di sini lebih terbuka dibandingkan dengan di Eropa. Walaupun kau bisa melihat transformasi global yang sama seperti di barat. Motor-motor melaju kencang membawa keluarga-keluarga bahagia yang mampu membeli benda berpolusi ini. Sementara itu ribuan tukang becak mengayuh becak menembus kota sepertia halnya gondola di Venesia. Seringkali kulihat mereka tidur di dalam becaknya. Apa yang dapat mereka bawa di masa depan?

‘ditulis oleh Maarten’

Categories: introduction time